Bangku Kosong

Di sudut kelas 3-B yang riuh, sebuah bangku kayu di baris ketiga selalu dibiarkan kosong. Konon, itu milik Dinda, siswi yang hilang misterius lima tahun lalu. Pak Budi, sang wali kelas, melarang siapa pun duduk di sana.

Suatu hari, murid baru bernama Riko yang tidak tahu cerita itu duduk di sana. Suasana kelas mendadak dingin. Saat pelajaran berlangsung, Riko merasa kursinya ditarik-tarik ke belakang. Puncaknya, saat ujian akhir, Riko menjerit kesurupan, mencoret-coret kertas dengan bahasa aneh.

Kursi itu kini kembali kosong, lebih berdebu, dan tidak ada lagi yang berani menatapnya, apalagi mendudukinya. Teror kursi kosong itu abadi.